Akhirnya Tokoh Nasional Mantan Presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid atau sering disapa dengan panggilan Gus Dur meninggal dunia. Gusdur dipastikan meninggal dunia, Rabu (30/12) pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM).Gus Dur mengalami tanda-tanda kritis sejak Rabu siang dan didampingi seluruh keluarga dekat dan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Tanda-tanda kritis tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga Presiden segera bergegas ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pukul 18.30 WIB dan keluar setengah jam kemudian (19.00 WIB).
Saat ini para dokter RSCM sedang melakukan jumpa pers untuk memberikan keterangan atas wafatnya Gus Dur. Presiden SBY juga akan memberi keterangan atas wafatnya Gus Dur yang merupakan "bapak Bangsa" Indonesia.
Namun Sebelum Meninggal , Beliau Menyampaikan Wasiat Terakhirnya Yakni memang masih cinta dengan PKB dan ingin mempersatukan kembali PKB. Gus Dur menyampaikan keinginannya agar semua jajaran PKB bersatu kembali.
Hal itu diungkapkan Sekjen DPP PKB Lukman Edy yang beberapa kali bertemu Gus Dur untuk menggagas upaya rekonsiliasi PKB.
Gus Dur memulai menyampaikan keinginannya itu dalam bentuk masukan-masukan berharga kepada Lukman dan pengurus pusat PKB lainnya. "Pertama, beliau menyatakan kepada saya bahwa politik adalah bagaimana menempatkan diri sebaik-baiknya," papar Lukman.
Lukman pun mengenang pertemuan terakhir pengurus PKB dengan Gus Dur. Di pertemuan terakhir, Gus Dur masih saja peduli dengan masalah nasional. Gus Dur meminta kader PKB mengedepankan kepentingan nasional dan melupakan dinamika partai.
"Beliau menyatakan sementara menunda bicara PKB, beliau sedang serius memikirkan kasus Century, tentang respon publik dan respon istana tentang Century," kenang mantan Menteri Pengembangan Daerah Tertinggal (PDT) ini.
No comments:
Post a Comment