MEMBELI PERINGKAT ( Khusus Member Tianshi )

Kasus Membeli Peringkat di Bisnis MLM ,Penulis angkat sari salah satu MLM Terbesar saat ini Yakni TIANSHI - TIENS. dan Artikel ini Penulis Persembahkan dan Khususkan buat rekan-rekan Pejuang tak kenal lelah di MLM TIENS. Membeli Peringkat sudah lama jadi Fenomena di Tubuh Member Tianshi, walaupun jumlahnya tidak begitu banyak namun sedikit tidak telah merubah image Perusahaan ,oknum-oknum tadi yang ingin secara Instan Sukses tanpa perjuangan dan menurut mereka Uang bisa membeli segala-galanya dan kenyataan dilapangan Peringkat yang dibeli tidak akan membuat Anda Pasive Income, dan Tujuan kita Join dibisnis ini yakni Pasive Income.

Marilah Sobat Simak Ilustrasi Dibawah ini :
Diawal menjalankan bisnis TIANSHI, Noordin bertemu dengan seorang pegawai senior bank. Beliau begitu bersemangat dan langsung tembak. Ok mas, saya bergabung langsung *4? Hahh...!! Anda tahu perasaanNoordin saat itu? Kaget campur girang. Bagaimana tidak girang, orang mau join saja sudah syukur, apalagi bergabung *3 rasanya sudah sampai di puncak sukses. Menerima prospek bergabung *4 adalah di luar impian paling liar seorang distibutor baru.
Saat itu tubuh Noordin terasa ‘fly’, pikiran begitu terang, benderang, senyum penuh girang dan wajah  seperti bersinar-sinar. Tetapi entah mengapa saat perasaannya masih penuh sensasi, terasa ada kerikil yang begitu kecil di hati . Noordin tidak tahu mengapa. Tiba-tiba saja Noordin memberikan respon berdasarkan intuisinya dan melawan arus kegembiraan yang masih terasa. Reflek dia bertanya,”Rencananya yang 10 juta belanja apa saja pak?”. Ternyata beliau tidak membutuhkan produk sebanyak itu, bahkan tidak sampai 2 juta.”Lalu sisanya bagaimana pak?” “Yah, apa saja yang penting *4”, katanya dengan PeDe dan penuh semangat. Entah bagaimana intuisi Noordin terus bekerja ‘memaksa’, dia pun menyarankan,”Bapak sebaiknya *3 aja dulu, nanti sambil jalan belanjanya menyesuaikan kebutuhan, pasti *4 juga kok”. Rupanya beliau ‘teachable’ juga dan hanya belanja 2 juta, *3.
Dia pun merasa plong, kerikil itu tidak lagi mengganjal di hati, tetapi kok ada bisikan-bisikan penyesalan. Dalam hati  seperti ada yang mengatakan,”Sayang sekali tadi, seharusnya langsung aja *4. Omzet lebih besar dan bulan depan saya bisa *5. Wah keren sekali” Saat itu menjadi *5 adalah impian nya , Sepertinya *5 adalah ‘level aman’ pertama. Kalau bisa melewati, rasanya jalan mulus akan terbuka lebar menuju sukses. Dalam persepsi , jika *5 akan mendapatkan bonus sejumlah tertentu yang rutin dan stabil setiap bulannya.
Noordin pun mulai merenungkan ‘pertengkaran’ apa yang terjadi di batin ? Benar atau salahkah yang dia lakukan? Sudah jelas dia rugi dengan keputusan tadi, tapi mengapa dia merasa lega?Diapun mulai mengubah sudut pandang. Bagaimana seandainya saya jadi beliau? Dia mulai berimaginasi. Mengeluarkan 10 juta, lalu produk yang belum saya perlukan, diapakan ya? Kalau dijual, kapan bisa laku, saya kan sibuk di bank? Saya belum terlalu mengerti bisnis ini, andaikata saya tidak berhasil, berarti saya rugi sudah kadung belanja banyak. Memang sih bisa saya konsumsi, tetapi khan saat ini ada prioritas yang lain. Kalau belanja Cuma 2 juta sesuai keinginan saat ini, tidak jalankan bisnis juga nggak papa. Produknya memang saya butuh kok.
Yess..!! sekarang Noordin mengerti. Pikiran bawah sadar  ternyata jauh lebih cerdas. Sebelum pikiran sadar mampu beremphaty dengan sudut pandang beliau, pikiran bawah sadar mengerjakannya seketika dengan mengirimkan ‘kerikil’ yang menggelitik hati . Untuk apa saya mendapatkan keuntungan sesaat dengan mengorbankan kepentingan prospek? Jika saya punya jaringan merasa rugi dan kecewa dengan bisnis ini, akan menambah daftar orang kecewa. Artinya akan mempersulit perkembangan bisnis saya sendiri dan Tianshi pada umumnya. Dalam jangka panjang sebetulnya malah akan merugikan. Terbukti, setelah 2 minggu tidak berhasil mengundang prospek ke OPP, akhirnya beliau menyerah. Saya bersyukur, untung beliau tidak jadi mengeluarkan 10 juta.  Ada perasaan bahagia, menyelamatkan orang dari jalan tidak benar.
Dari Cerita diatas yang Berdasarkan Fakta dilapangan Anda Jelas bisa mengambil kesimpulan.


Beberapa minggu kemudian, saya mendapat ‘ilham’ baru. Terbersit pertanyaan,”Mengapa kok banyak new distributor dari cross pada beli peringkat? Mengapa upline-nya membiarkan? Mengapa new distributor ‘nekat’ tadi, justru diedifikasi habis oleh sponsor atau upline-nya? Di jaringan saya sendiri juga ada salah satu yang tidak mau mendengar saya dan langsung klik *4. Bahkan ada beberapa yang langsung klik *5. Saya lihat, mereka yang beli peringkat kok malah tidak ada yang sukses. Tanpa bermaksud menyombongkan diri, saat itu bisnis saya tumbuh jauh lebih cepat dengan cross-cross yang saya tahu membeli peringkat.
Yah, bisnis ini memang luar biasa. Tetapi menjadi tidak luarbiasa jika dipersepsi dan direspon dengan cara yang salah. Bisnis ini memberikan begitu besar kehidupan yang tidak hanya dapat dinilai dengan uang. Tidak heran jika sebagian new distributor mengalami ‘over motivated’. Merekapun segera mencari ‘shortcut’ menuju sukses, sayangnya mereka mengklik ‘shortcut’ yang salah. Tapi tentu saja menurut mereka, ini adalah ‘shortcut’ yang benar. Pertanyaannya adalah, apa pertimbangan mereka, acuan-acuan mereka sehingga mereka meyakini di jalan yang benar? Menanyakan pertanyaan ini secara langsung, tidak akan mendapatkan jawaban yang sesungguhnya. Tetapi dari persentuhan dari waktu ke waktu saya jadi memahami, mengapa mengambil keputusan seperti itu.
  • Pertama  : ada yang sekedar gengsi. Ingin segera kelihatan sebagai calon orang sukses. Bangga, naik panggung dan punya kesempatan bicara. Sayangnya, kebanggaan ini tidak berumur panjang. Karena *4 bukan hasil prestasi, sebetulnya tetap saja ia belajar dan bekerja dari nol. Perlahan, yunior-yunior yang on system mulai melewatinya. Kebanggaan semakin luntur dan mulai mundur teratur. 

  •  Kedua : ingin menunjukkan slip bonus bulan depan. Tentu luar biasa, baru bergabung langsung mendapat bonus 2.180.000,-. Dengan modal slip bonus, dia mengira akan mudah mengajak prospek bergabung. Pada kenyataannya jumlah bonus memang membantu tetapi tidak menentukan prospek bergabung atau tidak. P Vigor dan Bu Theresia, jelas-jelas BMW dan mercy parkir di depan rumah plus bonus ratusan juta. Toh hukum rata-rata yang berlaku. Selalu lebih banyak yang menolak. Prospek bergabung atau tidak sebagian besar ditentukan oleh pribadi kita dan cara kita berhubungan dengannya. Bonus besar tapi kita tidak mampu menjelaskan apa-apa, tidak akan banyak membantu. Masalahnya lagi, slip bonus itu hanya bisa dipamerkan sebulan. Bulan depan sudah menerima slip bonus baru yang bisa jadi nilainya drop.

  • Ketiga : korban provokasi atau janji bohong sponsor. Ada distributor nakal yang menjanjikan jika *4 akan mendapatkan bonus 2 juta per bulannya. Ini tentu menjadi PR bagi semua leader untuk mendidik jaringan agar menjelaskan marketing plan dengan benar dan tidak over promote.

  • Keempat : mindset paradigma umum. Biasanya ini mindset yang tidak disadari. Kebanyakan kita sudah terpola, jika seseorang naik pangkat, golongan dan jabatan pasti berkorelasi langsung dengan kenaikan penghasilan. Di bisnis aturannya berbeda. Counter pulsa yang keren dipinggir jalan, belum tentu memiliki penghasilan bersih lebih besar daripada warung nasi pecel. Di bisnis ini *8 bisa jadi bonusnya lebih kecil dari *7. Tergantung kemampuan kita bersama grup untuk menghasilkan omzet. Sekalipun kita bergabung langsung *5, jika bulan berikutnya tidak menghasilkan omzet, bonus NOL BESAR. Pertanyaannya kita menjalankan bisnis ini untuk sekedar keren berperingkat tinggi atau menghasilkan income?

  • Kelima : tidak mengerti cara yang lebih efektif dan efisien dengan menggunakan modal yang sama untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih besar. Contoh matematis begini : Jika kita memiliki modal 10 juta untuk membeli peringkat, bulan depan bonus 2,18 juta. Masih rugi kan? Rugi finansial dan yang menyedihkan tidak punya leader. Kita tetap kerja sendirian, tanpa kekuatan multiplikasi. Sekarang bandingkan, taruhlah kita investasikan 5 juta untuk membeli tiket Grand OPP, 500 tiket. Jika ada 500 orang yang hadir dalam pertemuan, bisakah 10 orang join *3? Sangat-sangat bisa. Jika 10 orang frontline *3 artinya bulan depan bonus kita 5,45 juta. Modal kembali, untung bonus  dan memiliki 10 orang calon leader. Jika kita follow up dengan benar dan menduplikasi cara menjalankan bisnis, kita bisa medapatkan setidaknya 2 leader.

Dengan sudut pandang manapun, jika pikiran kita jeli dan jernih, membeli peringkat adalah tindakan yang .....(Anda lho yang bilang). Kalau begitu setiap orang yang klik *4 langsung, itu salah cara? Belum tentu. Bisnis ini unik. Saya punya jaringan yang baru bergabung dan presentasi 5 orang, eeh join semua. Awalnya tidak niat *3, tapi karena jaringan pada klik akhirnya ikutan klik. Bulan depan print langsung *4. Saya juga punya jaringan lain yang begitu on, bulan itu mensponsori nyaris 5 frontline *3. Bonusnya >2,6 juta. Dahsyat.
*4 langsung sebetulnya tidak salah, yang salah adalah tujuan dan caranya. Ada beberapa kasus langsung *4 yang menarik. Presentasi satu keluarga, semua tertarik dan sama-sama berkomitmen menjalankan bisnisnya. Let’s do it. Ada juga, presentasi 1 keluarga ternyata penyakitan semua, atau sehat tetapi begitu respek dengan paradigma sehat yang ditawarkan, lalu belanja lebih dari 10 juta. Let’s do it. Andaikan prospek bergabung dan belanja 100 juta langsung karena memang memiliki visi kesehatan dan/atau rame-rame bersama keluarga/tetangga  berkomitmen membangun asset, it’s good. Saya bisa jingkrak-jingkrak menerimanya.
Bagaimana kalau sudah kadung salah cara? Forget it, everything is ok. Tidak ada leader yang tidak mengalami banyak kesalahan. Yang penting tidak mengalami kesalahan yang sama terus menerus. Saya juga punya jaringan yang bandel, tetapi begitu menyadari kesalahan beliau mau bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Beliau segera memborong buku-buku yang dianjurkan Freedom SS, mempelajari dan melakukannya. Beliau mulai dari nol lagi, tetapi sekarang beliau telah berhasil mensponsori beberapa leader handal.
Apapun kesalahan yang pernah Anda lakukan, jangan pernah meninggalkan bisnis ini. Karena meninggalkan bisnis ini adalah kesalahan terbesar yang Anda lakukan. Keep Going..!!
thumbnail
Judul: MEMBELI PERINGKAT ( Khusus Member Tianshi )
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Tips n Trik MLM :

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz