Ditengah-tengah acara CM/EM, tiba-tiba kepala saya berdenyut dan mata terasa berat, tidak lama lagi saya pasti mulai pusing. Saya mulai bertanya dalam hati, bagaimana menghilangkan rasa ini? Saya melirik kiri dan kanan, rupanya leader-leader lain merasakan emosi yang nyaris sama tetapi dengan gejala fisik yang beda-beda. Ada yang mengetuk-ngetuk jari di kursi, ada yang mengeluarkan accupoint ada yang mulai menendang-nendang kursi untuk ‘menegur’ presenter bahkan ada yang keluar menghirup udara kotor (merokok). Pertemuan sebagai bagian dari system seharusnya bisa menyenangkan bukan hanya untuk distributor yang pertama kali mengikuti tetapi juga bagi yang sudah pernah mengikutinya. Mata mengantuk dan sikap negatif memastikan tidak ada pembelajaran yang didapatkan. Apa yang salah, apa yang kurang? Saya sudah hafal mati materi CM demikian juga dengan sebagian leader yang hadir. Apakah ini penyebabnya? Seperti biasa, dalam situasi begini saya sering bertanya kepada diri sendiri,”Apa pelajaran yang bisa saya petik?”
Pikiran saya pun mengembara mengingat-ingat pertemuan yang menarik dimana peserta antusias menimba ilmu. Tapi ingatan saya terpatahkan oleh pertanyaan,”Apakah kita hanya belajar dari peristiwa-peristiwa yang kita anggap menarik?” Bukankah peristiwa yang betul-betul menarik hanya sebagian kecil dalam hidup kita? Demikian juga dengan peristiwa yang tidak menarik. Sebagian besar kehidupan kita adalah peristiwa yang secara emosional biasa-biasa saja. Mungkin jika dibuat rumus adalah 5 : 5 : 90. 5% peristiwa berkesan, 5 % peristiwa menjenuhkan, 90 % peristiwa biasa (intensitas emosi rendah). Apakah ini sebabnya begitu banyak puzzle-puzzle kehidupan yang kita lupakan?
Bulu tangan saya jadi merinding, jika kita hanya belajar dari peristiwa ‘baik’, artinya hanya 5 % kehidupan kita diisi dengan pembelajaran. Jika kita belajar dari peristiwa ‘baik’ dan ‘buruk’, artinya hanya 10%. Kasihan sekali kita. So, bagaimana caranya agar kita bisa mengembangkan dan melatihnya menjadi kebiasaan agar 100% kehidupan kita adalah proses belajar? Bagaimana caranya kita memiliki ketajaman menangkap hal-hal positif pada 90% kehidupan kita yang biasa-biasa saja?
Tiba-tiba saja,”Aha...” saya segera membuka lebar buku agenda dan menulis sepanjang acara bahkan sampai acara usai saya tetap ingin menulis. Beberapa leader di sekitar saya terheran-heran mencoba melirik buku saya. Kok aneh, dalam pertemuan yang sudah biasa saya hadiri, mengapa saya mencatat begitu banyak.
Saya mencatat 2 hal dari acara tersebut.
Pertama: bagian-bagian dari pelaksanaan acara itu yang membuat menarik dan bagian-bagian yang membuat tidak menarik. Bagaimana sorot mata presenter, gerak tubuh, sikap MC, sikap operator, dekorasi, musik yang dimainkan, hal-hal baru yang disampaikan presenter dsb. Catatan itu akan sangat membantu saya di kemudian hari untuk membuat acara yang lebih menarik dan efektif untuk pembelajaran.
Kedua: sikap peserta terhadap pertemuan tersebut. Nah, inilah yang ingin saya sharingkan kepada Anda. Mendapatkan manfaat atau tidak dari sebuah peristiwa ditentukan oleh 10 % situasi yang melingkupi Anda dan 90%, sikap Anda terhadap sebuah peristiwa. Saya sharingkan tulisan ini kepada Anda karena mungkin akan membantu kehidupan Anda jangka panjang. Sedangkan catatan saya yang pertama hanyalah lukisan kasar sebuah peristiwa singkat.
Ok, saya segera mulai buka catatan saya kepada Anda.
Apapun sikap Anda yang muncul saat pertemuan atau peristiwa lainnya, terutama timbul dari persepsi terhadap diri Anda sendiri. Untuk memudahkan kita ambil contoh permainan sepakbola. Dalam situasi sebuah permainan tim buruk apa perbedaan yang dipikirkan seorang penonton, wasit atau pelatih?
- Penonton, mayoritas penonton mulai mencari-cari kesalahan yang menyebabkan timnya kalah. Semakin banyak kesalahan ditemukan semakin tinggi tensi darahnya. Sebagian mulai mengungkapkannya dengan berbagai cara sampai pada tingkat terburuk menyerang tim kebanggaannya sendiri.
- Wasit, tidak peduli tim mana yang bermain baik/buruk. Kalah atau menang hanyalah sebuah peristiwa, tidak memiliki emosi apapun. Yang penting adalah pertandingan berjalan sampai selesai. Peluit, bendera, kartu kuning, kartu merah bukanlah soal baik atau buruk tetapi hanya untuk melaksanakan ‘ceremony’.
- Pelatih, mengasah daya evaluasi setajam mungkin sampai menemukan apa yang kurang dari tim saya, apa kelebihan tim lawan? Segera setelah menemukan, pelatih fokus pada solusi apa yang bisa saya berikan untuk membuat tim saya lebih baik pada sisa waktu pertandingan? Setidaknya untuk pertandingan yang akan datang.
Dalam sebuah pertemuan persepsi diri ini juga akan menentukan sikap-sikap Anda. Termasuk tipe yang manakah Anda? Biasanya ada tiga jenis sikap yang saya temukan.
Pertama, sikap negatif (penonton). Menggerutu dalam hati sepanjang acara, mencari cara bagaimana lari dari situasi, dan menumpahkan keluhan seusai acara. Seperti penonton yang melempari timnya sendiri, begitulah mereka. Presenter, MC, operator dsb adalah orang-orang yang mereka pilih sendiri dan mereka berikan dukungan sebelum acara. Tetapi saat tidak sesuai harapan mereka merasa tidak ikut bertanggungjawab atas keputusannya untuk memilih. Mungkin ada leader mengatakan,” Loh saya khan tidak ikut memilih?” Tidak ikut memilih sebetulnya juga ikut memilih, karena mereka memilih tidak terlibat dalam pengambilan-pengambilan keputusan. Artinya mereka lebih percaya orang-orang lain dan bukan dirinya untuk memilih. Mereka merasa leader-leader lain lebih tepat memilih daripada jika saya ikut memilih. Memilih bersikap proaktif atau pasif, itu adalah sebuah pilihan.
Kedua, sikap positif pasif (wasit). ”Pertemuan ini adalah system jadi harus diikuti bagaimanapun kondisinya. Yang penting sikap,” kata seorang leader. Gak dapat apa-apa juga gak papa. Yang penting duplikasi ke jaringan. Siapa tahu jaringan mendapatkan manfaat. Ini sikap postitif yang lucu. Bagaimana jika terduplikasi beneran? Artinya semua jaringan tidak mendapatkan apa-apa sekedar yang penting acara berjalan lancar. Ingat, sejatinya kita bukan menduplikasikan pertemuannya, tetapi menduplikasikan bagaimana mendapatkan manfaat dari sebuah pertemuan. Jika kita merasa tidak mendapatkan manfaat dan pasrah saja, apanya yang mau diduplikasikan?
Ketiga, positif proaktif (pelatih). Leader yang berhasil bersikap seperti ini dapat dihitung dengan jari. Dan dapat dipastikan, mereka adalah leader-leader yang memiliki visi pembangun system dan sukses.
Sukses atau tidaknya seseorang ditentukan oleh seberapa cepat pertumbuhan pribadinya. Kabar buruknya, tumbuh atau tidaknya seseorang ditentukan oleh DAYA EVALUASI-nya. Jika seseorang tidak memiliki daya evaluasi, artinya hidupnya ‘mengalir’ saja mengikuti relief tanah. Atau seperti layang-layang putus yang tidak terkendali dan hanya mengikuti arah angin. Daya evaluasi membantu kita menemukan hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan atau lakukan. Daya evaluasi juga membantu kita menemukan hal apa yang seharusnya kita lakukan untuk tumbuh lebih baik. Orang-orang tersukses di dunia memiliki daya evaluasi yang sangat kuat sehingga bisa menangkap (+) atau (-). Jika belum berhasil menangkap hal positif, mereka akan berusaha keras mempertajam indera-indera untuk menangkap hal-hal yang lebih kecil untuk dipelajari.
SANGAT LUARBIASA, daya evaluasi ternyata adalah kodrat yang melekat pada semua manusia. Tergantung apakah kita menyadari atau tidak dan apakah kita mau menggunakannya atau tidak. Tidak banyak yang menyadari, ‘emosi negatif’ sebetulnya adalah system dalam pikiran kita untuk mengingatkan kita agar mencari dan menemukan hal-hal yang harus disempurnakan. (saya berikan tanda kutip karena sebetulnya tidak ada emosi negatif, semua emosi sebetulnya bersifat positif untuk pertumbuhan pribadi. Istilah ini untuk memudahkan pengertian umum yang biasa menggunakan emosi negatif sebagai kata pengganti untuk semua perasaan yang tidak menyenangkan). Mungkin yang disempurnakan adalah sesuatu diluar Anda, tetapi yang PASTI, yang terpenting disempurnakan adalah persepsi dan tindakan Anda. ANDA..!! ANDA..!!
Sekarang Anda sudah bisa menyimpulkan, ‘peristiwa’ apa yang sebetulnya sedang terjadi jika seseorang menunjukkan sikap-sikap negatif. Peristiwa yang kelihatan adalah sikap negatif muncul dari perasaan tidak mendapatkan apa-apa sementara sudah mengorbankan uang, waktu dan tenaga. Alias rugi. Kalau kita hanya melihat peristiwa di permukaan seperti ini, kita jadi maklum. Wajar dong orang kecewa, mereka khan sudah berkorban.
Sayangnya ada ‘peristiwa tidak kelihatan’ (jarang disadari) yang jauh lebih penting daripada peristiwa yang kelihatan, yaitu pikiran orang tadi tidak mampu menterjemahkan emosi yang dirasakannya sebagai pesan untuk maju. Akibatnya pikirannya tidak memfungsikan daya tangkap terhadap hal positif maupun negatif untuk disempurnakan. Dengan kata lain tidak memiliki daya evaluasi. Jika seseorang tidak memiliki daya evaluasi, artinya tidak mampu mengembangkan gagasan-gagasan baru untuk menjadi lebih baik. Jika seseorang tidak tumbuh lebih baik artinya ... lupakan sukses. Pendek kata, sikap negatif adalah gejala tidak sukses.
Mungkin salah satu diantara Anda masih bingung dan bertanya-tanya. Bagaimana konkritnya dong? Saya ingin berubah positif bukan hanya untuk dibongkar-bongkar kesalahan. Sebetulnya jika Anda bersikap positif dan terus menerus melatihnya Anda akan melihat dunia dengan softlens baru yang membuat pemandangan lebih tajam dan indah. Proses menjadi positif 99% ditentukan oleh diri sendiri. Orang lain hanya bisa menunjukkan pintu pertamanya saja. Tapi baiklah, berikut ini saya akan mencoba membantu mempermudah proses Anda.
Sebelum menyikapi sebuah pertemuan, Anda harus memiliki beberapa prakondisi mental yaitu persepsi diri : Siapakah Saya? Anda ingin passive income bukan? Tetapi seberapa dalam pemahaman Anda tentang passive income? Passive income hanya akan terjadi jika Anda memiliki team leader tangguh yang mampu secara konsisten menjalankan sistem. Darimana datangnya leader-leader tersebut? Anda tentu harus mencari dan mengembangkannya. Dan itu hanya terjadi jika dan hanya jika Anda memiliki persepsi ”SAYA ADALAH SEORANG PELATIH”. Anda tahu, apa yang dilakukan oleh seorang pelatih sepakbola nasional? Pelatih rela berkorban berkeliling Indonesia untuk mengikuti banyak sekali pertandingan dan mencari pemain terbaik. Untuk mendapatkan 1 pemain yang bagus, pelatih harus melihat ratusan pemain sepakbola berlaga. Dan tentu saja pelatih akan menemukan jauh lebih banyak pemain buruk dibandingkan pemain yang baik. Itulah yang Anda lakukan pada saat presentasi dan follow up.
Selanjutnya, pelatih juga mengikuti banyak pertandingan untuk mempelajari pola permainan yang terbaik untuk timnya. Dan tidak bisa dihindari, pelatih akan banyak sekali menyaksikan pertandingan-pertandingan buruk Hebatnya, pelatih akan BELAJAR BANYAK dari PERTANDINGAN BURUK. Jika Anda sudah siap sebagai pelatih team leader, maka Anda juga harus siap menghadiri dan belajar dari pertemuan-pertemuan yang tidak menarik bagi Anda.
Mengapa pemecah rekor-rekor dunia begitu dihargai? Ya, karena mereka banyak belajar dari atlet-atlet lain yang tidak lebih hebat dari dirinya. Menjadi baik dengan mengikuti hal-hal baik dari orang lain yang lebih baik itu biasa. Tetapi menjadi yang TERBAIK artinya menjadi lebih hebat dari orang-orang yang dipelajari. Ini baru LUAR BIASA..!! Yang SANGAT LUAR BIASA adalah, sekalipun tidak pernah menjadi yang terbaik tetapi bisa mencetak ORANG-ORANG TERBAIK. Itulah seorang PELATIH.
Sekarang Anda adalah pelatih team leader pembangun sistem. Anda paham pertemuan adalah bagian terpenting dari sistem. Karena itu Anda akan memastikan setiap bagian dari pertemuan berjalan dengan lancar, menyenangkan dan efektif. Apa saja yang perlu Anda siapkan?
- Presenter yang baik
- MC yang baik
- Operator yang baik
- Sound yang baik
- Dekorasi
- dsb
Anda terus bertanya, pelajaran apa yang bisa kupetik? Anda pasti menemukannya.
Misalnya, Anda melihat seorang presenter yang cukup memikat. Penonton hanya bisa mengatakan presenter A memikat. Tetapi seorang pelatih akan menemukan perincian-perinciannya. Mengapa presenter tersebut memikat? Apa yang bisa saya ajarkan kepada team saya agar bisa menjadi presenter yang seperti itu? Tanpa ketelitian hal-hal kecil, kita bisa jadi salah mendapatkan pelajaran berharga untuk kita duplikasikan.
Pada event-event seperti
Sikap yang sama juga bisa Anda terapkan untuk menilai MC, operator, panitia dsb. Selalulah bertanya, apa yang bisa kupelajari saat ini untuk membangun team saya? Jika Anda menemukan masalah-masalah yang harus disempurnakan, bersikaplah positif dan tunjukkan sikap fokus pada solusi kepada orang-orang lain. Dengan demikian Anda juga akan mendapatkan input-input positif. Jika Anda negatif, banyak juga input negatif yang tidak akan berguna bagi Anda. Input yang anda terima tergantung dari sikap Anda. Berhati hatilah dengan pilihan kata Anda.
Misalnya Anda bertujuan evaluasi seorang MC dan mengatakan,” Wah MC tadi seringkali mengulang kata-kata ... tidak menarik sekali ya”. Teman bicara Anda kemungkinan besar menambahkan hal yang tidak menarik dari MC tersebut. Anda akan sering mendengar kata-kata,” Mestinya tadi tidak begini ..., tidak begitu ...dst”. Saling melengkapi pengamatan negatif. Bermanfaatkah buat Anda? Bisa jadi jika Anda mencatat dan mengambil pelajaran darinya. Tetapi jangan berharap maksimal. Menghilangkan hal-hal yang tidak menarik belum tentu menjadikan sebuah peristiwa menarik. Mengkin hanya bergeser dari tidak menarik menjadi agak tidak menarik. Atau bergeser menjadi biasa-biasa saja. Pada kenyataannya kebanyakan yang bersikap seperti itu jika kita tanya, bisakah Anda menjadi lebih baik dari yang Anda kritik? Anda tahu apa respon mereka.
Jika kita tidak dalam track menemukan sesuatu yang lebih baik, sebetulnya kita belum menggunakan daya evaluasi. Hati-hati, sebagian leader merasa sudah menggunakan daya evaluasi jika mereka berhasil menemukan banyak hal-hal yang harus diperbaiki. Tidak salah, itu sudah setengah perjalanan. Namun, jika tidak berujung pada solusi penyempurnaan, sama saja dengan tidak menggunakan daya evaluasi. Ilustrasinya begini, jika Anda berniat pergi beli sate, lalu sesampai tempat penjual Anda hanya duduk. Artinya Anda hanya pergi tetapi tidak membeli sate. Artinya, Anda pergi atau tidak pergi sama saja tidak makan sate. Anda hanya memiliki daya evaluasi jika Anda sudah makan satenya. lezzzaaaatttt deh...!!
Bagaimana jika Anda menunjukkan antusias dan mengatakan,”Luar Biasa MC kita, ekspresinya benar-benar mencairkan suasana”, Luar Biasa presenternya, .... hati saya sampai bergetar..!!,” Meskipun selalu ada yang negatif, Anda akan menerima beberapa input hal-hal yang positif dari teman bicara. Kalau Anda mendapat informasi banyak tentang hal-hal yang menyenangkan, Anda punya catatan untuk membangun pertemuan yang menyenangkan sesuai preferensi yang Anda terima.
Dan yang lebih penting lagi, jika Anda menebarkan aura positif, Anda bisa menciptakan suasana yang konstruktif untuk munculnya ide-ide baru bahkan ide gila-gilaan. Misalnya akan ada yang bilang,”Coba kalau ada tambahan. ... pasti akan lebih seru”. Ide-ide gila itu tidak selalu berhubungan dengan pertemuan tetapi tidak jauh dari menjalankan bisnis ini. Dalam suasana negatif, tidak mungkin ada ide baru apalagi ide gila. Syaraf akan menegang dan secara mind tech menciptakan hambatan bagi kreativitas. Sudah terbukti, terlalu banyak ide-ide baru yang datang seperti flash light, muncul tiba-tiba dalam suasana guyon, rileks. Pikiran yang rileks akan mengabaikan batasan-batasan ide di pikiran, sehingga memungkinkan menemukan ide-ide baru yang ‘menembus batas’. Jika Anda melakukan kebiasaan positif pelatih dalam setiap kehidupan Anda, saya yakin hidup Anda akan lebih hidup.
Tahukah Anda, problem berasal dari bahasa latin pro balein yang artinya BERGERAK MAJU. Dalam pertemuan atau situasi apapun dimana Anda merasa ada problem artinya Anda mendapat sinyal tindakan untuk bergerak maju. Tugas Anda adalah menterjemahkan hidden message : dalam hal apa kita harus bergerak maju? Bertanyalah, bertanyalah dan bertanyalah. Hanya dengan terus bertanya Anda akan menemukan jawabannya.
Be THE BEST ... Go FREEDOM... !!!

Judul: Cara Belajar Dari Emosi Negatif
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 11:03 AM
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 11:03 AM
0 komentar:
Post a Comment